Buat Yg Sdh Mnikah & Akan menikah....
Copas dari notes : Nur Komala Sari
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh....
Bertengkar adalah phenomena yang sulit dihindari dalam kehidupan berumah tangga, kalau ada seseorang berkata: "saya tidak pernah bertengkar dengan isteri saya !" kemungkinannya dua, boleh jadi dia belum beristeri, atau ia tengah berdusta.
Yang jelas kita perlu menikmati saat-saat bertengkar itu, sebagaimana lebih menikmati lagi saat saat tidak bertengkar. Bertengkar itu sebenarnya sebuah keadaan diskusi, hanya saja dihantarkan dalam muatan emosi tingkat tinggi.
Kalau tahu etikanya, dalam bertengkarpun kita bisa mereguk hikmah,betapa tidak, justru dalam pertengkaran, setiap kata yang terucap mengandung muatan perasaan yang sangat dalam, yang mencuat dengan desakan energi yang tinggi, pesan pesannya terasa kental,lebih mudah dicerna ketimbang basa basi tanpa emosi.
Tulisan ini murni non politik, jadi tolong jangan tergesa-gesa membacanya.
Bacalah dengan sabar, lalu renungi dengan baik, setelah itu...terapkan dalam keseharian kita.......setuju ??
Suatu ketika seseorang berbincang dengan orang yang akan menjadi teman hidupnya, dan salah satunya bertanya; apakah ia bersedia berbagi masa depan dengannya,dan jawabannya tepat seperti yang diharap.mereka mulai membicarakan : seperti apa suasana rumah tangga ke depan.salah satu diantaranya adalah tentang apa yang harus dilakukan kala mereka bertengkar. Dari beberapa perbincangan hingga waktu yang mematangkannya, tibalah mereka pada sebuah memorandum of understanding,bahwa kalaupun harus bertengkar, maka :
1. Kalau bertengkar tidak boleh berjama'ah
cukup seorang saja yang marah-marah, yang terlambat mengirim sinyal nada tinggi harus menunggu sampai yang satu reda. Untuk urusan marah pantang berjama'ah, seorangpun sudah cukup membuat rumah jadi meriah. Ketika ia marah dan saya mau menyela, segera ia berkata "stop" ini giliran saya ! Saya harus diam sambil istighfar. Sambil menahan senyum saya berkata dalam hati :
"kamu makin cantik kalau marah,makin energik ..."
dan dengan diam itupun saya merasa telah beramal sholeh, telah menjadi jalan bagi tersalurkannya luapan perasaan hati yang dikasihi... "duh kekasih .. Bicaralah terus, kalau dengan itu hatimu menjadi lega, maka dipadang kelegaan perasaanmu itu aku menunggu ...."
demikian juga kalau pas kena giliran saya "yang olah raga otot muka", saya menganggap bahwa distorsi hati, nanah dari jiwa yang tersinggung adalah sampah,
ia harus segera dibuang agar tak menebar kuman, dan saya tidak berani marah sama siapa siapa kecuali pada isteri saya
maka kini giliran dia yang harus bersedia jadi keranjang sampah.
Pokoknya khusus untuk marah, memang tidak harus berjama'ah, sebab ada sesuatu yang lebih baik untuk dilakukan secara berjama'ah selain marah
2. Marahlah untuk persoalan itu saja, jangan ungkit yang telah terlipat masa (maksudnya masa lalu kita)
siapapun kalau diungkit kesalahan masa lalunya, pasti terpojok, sebab masa silam adalah bagian dari sejarah dirinya yang tidak bisa ia ubah.
Siapapun tidak akan suka dinilai dengan masa lalunya. Sebab harapan terbentang mulai hari ini hingga ke depan. Dalam bertengkar pun kita perlu menjaga harapan dan bukan menghancurkannya. Sebab pertengkaran di antara orang yang masih mempunyai harapan, hanyalah sebuah foreplay, sedang pertengkaran dua hati yang patah asa, menghancurkan peradaban cinta yang telah sedemikian mahal dibangunnya.
Kalau saya terlambat pulang dan ia marah,maka kemarahan atas keterlambatan itu
sekeras apapun kecamannya, adalah "ungkapan rindu yang keras". Tapi bila itu
dikaitkan dgn seluruh keterlambatan saya, minggu lalu,awal bulan kemarin dan dua bulan lalu, maka itu membuat saya terpuruk jatuh.
Bila teh yang disajinya tidak manis (saya termasuk penimbun gula),sepedas apapun saya marah,maka itu adalah "harapan ingin disayangi lebih tinggi". Tapi kalau itu dihubungkan dgn kesalahannya kemarin dan tiga hari lewat,plus tuduhan "sudah tidak suka lagi ya dengan saya", maka saya telah menjepitnya dengan hari yang telah pergi, saya menguburnya di masa lalu, ups saya telah membunuhnya, membunuh cintanya.
Padahal kalau cintanya mati, saya juga yang susah ... Ok, marahlah
tapi untuk kesalahan semasa, saya tidak hidup di minggu lalu, dan ia pun milik
hari ini .....
3. Kalau marah jangan bawa-bawa keluarga
saya dengan isteri saya terikat baru beberapa masa, tapi saya dengan ibu dan bapak saya hampir berkali lipat lebih panjang dari itu, demikian juga ia dan kakak serta pamannya. Dan konsep quran, seseorang itu tidak menanggung kesalahan fihak lain (qs.53:38-40).
Saya tidak akan terpantik marah bila cuma saya yang dimarahi, tapi kalau ibu saya diajak serta, jangan coba coba. Begitupun dia,semenjak saya menikahinya, saya telah belajar mengabaikan siapapun di dunia ini selain dia, karenanya mengapa harus bawa bawa barang lain ke kancah "awal cinta yang panas ini".
Kata ayah saya : "teman seribu masih kurang, musuh satu terlalu banyak".
Memarahi orang yang mencintai saya, lebih mudah dicari ma'afnya daripada ngambek pada yang tidak mengenal hati dan diri saya..". Dunia sudah diambang pertempuran, tidak usah ditambah tambah dengan memusuhi mertua!
4.kalau marah jangan di depan anak-anak
anak kita adalah buah cinta kasih, bukan buah kemarahan dan kebencian.
Dia tidak lahir lewat pertengkaran kita, karena itu, mengapa mereka harus menonton komedi liar rumah kita. Anak yang melihat orang tua nya bertengkar, bingung harus memihak siapa. Membela ayah, bagaimana ibunya. Membela ibu, tapi itu 'kan bapak saya.
Ketika anak mendengar ayah ibunya bertengkar :
* ibu : "saya ini cape, saya bersihkan rumah, saya masak,dan kamu datang main suruh begitu, emang saya ini babu?!!!"
* bapak : "saya juga cape, kerja seharian, kamu minta ini dan itu dan aku harus mencari lebih banyak untuk itu, saya datang hormatmu tak ada, emang saya ini kuda ????!!!!
* anak : "...... Yaaa ...ibu saya babu, bapak saya kuda .... Terus saya ini apa ?"
kita harus berani berkata : "hentikan pertengkaran !"
ketika anak datang, lihat mata mereka, dalam binarannya ada rindu dan kebersamaan.
Pada tawanya ada jejak kerjasama kita yang romantis, haruskah ia mendengar kata
bahasa hati kita ???
5. Kalau marah jangan lebih dari satu waktu shalat
pada setiap tahiyyat dalam shalat kita berkata : "assalaa-mu 'alaynaa wa'alaa'ibaadilahissholiihiin" ya allah damai atas kami, demikian juga atas hamba hambamu yg sholeh ....
Nah andai setelah salam kita cemberut lagi, setelah salam kita tatap isteri/suami kita dengan amarah, maka kita telah mendustai nya, padahal nyawamu ditangan nya.
Ok, marahlah sepuasnya kala senja, tapi habis maghrib harus terbukti lho itu janji dengan ilahi .... Marahlah habis shubuh, tapi jangan lewat waktu dzuhur, atau maghrib sebatas isya ... Atau habis isya sebatas....???
Nnngg .. Ah kayaknya kita sepakat kalau habis isya sebaiknya memang tidak bertengkar ...
6. Kalau kita saling mencinta, kita harus saling mema'afkan
tapi yang jelas memang begitu, selama ada cinta, bertengkar hanyalah "proses belajar untuk mencintai lebih intens" ternyata ada yang masih setia dengan kita walau telah kita maki-maki.
Ini saja, semoga bermanfa'at,"dengan ucapan syahadat itu berarti kita menyatakan diri untuk bersedia dibatasi".
*selamat tinggal kebebasan tak terbatas yang dipongahkan manusia pintar tapi bodoh*
wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Showing posts with label inspiring notes. Show all posts
Showing posts with label inspiring notes. Show all posts
Tuesday, March 9, 2010
buku harian
Buku Harian
Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.
Di
dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan
bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi
seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya.
Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah
sulit. Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar
hanya akibat hal - hal kecil dalam rumah tangga.
Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah.
Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya.
Sebagian besar buku tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhan tahun.
Ayah
saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku
harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari
buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak
miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang
semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman
kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca
dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.
Semuanya
merupaka catatan hal-hal sepele, "Suhu udara mulai berubah menjadi
dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya." "Anak - anak
terlalu berisik, untung ada dia."
Sedikit demi sedikit
tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan
cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak-anak dan
terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa
buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, mata saya berlinang air
mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada
ayah "Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu."
Ayah menggelengkan kepalanyadan berkata, "Tidak perlu kagum, kamu juga bisa."
Ayah
berkata lagi, "Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidak
mungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan?
Intinya
adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. "Setiap
orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga
suka mencari gara-gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel.
Waktu itu ayah bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan ayah
tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini.
Sering kali dalam hati ayah penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya
dan sampai sobek akibat tembus oleh pena. Tapi ayah masih saja terus
menulis satu demi satu kebaikannya, ayah renungkan bolak balik dan
akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah
kebaikan dari ibumu."
Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, "Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?"
Ayah
hanya tertawa dan berk ata, "Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam
buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang
kala di malam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan,
dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha. ha."
Memandang
wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada
di atas meja, tiba - tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan
:
"Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari pasangan. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain."
(anonim)
Ayah dan ibu telah menikah lebih dari 30 tahun, saya sama sekali tidak pernah melihat mereka bertengkar.
Di
dalam hati saya, perkawinan ayah dan ibu ini selalu menjadi teladan
bagi saya, juga selalu berusaha keras agar diri saya bisa menjadi
seorang pria yang baik, seorang suami yang baik seperti ayah saya.
Namun harapan tinggallah harapan, sementara penerapannya sangatlah
sulit. Tak lama setelah menikah, saya dan istri mulai sering bertengkar
hanya akibat hal - hal kecil dalam rumah tangga.
Malam minggu pulang ke kampung halaman, saya tidak kuasa menahan diri hingga menuturkan segala keluhan tersebut pada ayah.
Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun ayah mendengarkan segala keluhan saya, dan setelah beliau berdiri dan masuk ke dalam rumah.
Tak lama kemudian, ayah mengusung keluar belasan buku catatan dan ditumpuknya begitu saja di hadapan saya.
Sebagian besar buku tersebut halamannya telah menguning, kelihatannya buku? buku tersebut telah disimpan selama puluhan tahun.
Ayah
saya tidak banyak mengenyam pendidikan, apa bisa beliau menulis buku
harian? Dengan penuh rasa ingin tahu saya mengambil salah satu dari
buku-buku itu. Tulisannya memang adalah tulisan tangan ayah, agak
miring dan sangat aneh sekali, ada yang sangat jelas, ada juga yang
semrawut, bahkan ada yang tulisannya sampai menembus beberapa halaman
kertas. Saya segera tertarik dengan hal tersebut, mulailah saya baca
dengan seksama halaman demi halaman isi buku itu.
Semuanya
merupaka catatan hal-hal sepele, "Suhu udara mulai berubah menjadi
dingin, ia sudah mulai merajut baju wol untuk saya." "Anak - anak
terlalu berisik, untung ada dia."
Sedikit demi sedikit
tercatat, semua itu adalah catatan mengenai berbagai macam kebaikan dan
cinta ibu kepada ayah, mengenai cinta ibu terhadap anak-anak dan
terhadap keluarga ini. Dalam sekejap saya sudah membaca habis beberapa
buku, arus hangat mengalir di dalam hati saya, mata saya berlinang air
mata. Saya mengangkat kepala, dengan penuh rasa haru saya berkata pada
ayah "Ayah, saya sangat mengagumi ayah dan ibu."
Ayah menggelengkan kepalanyadan berkata, "Tidak perlu kagum, kamu juga bisa."
Ayah
berkata lagi, "Menjadi suami istri selama puluhan tahun lamanya, tidak
mungkin sama sekali tidak terjadi pertengkaran dan benturan?
Intinya
adalah harus bisa belajar untuk saling pengertian dan toleran. "Setiap
orang memiliki masa emosional, ibumu terkadang kalau sedang kesal, juga
suka mencari gara-gara, melampiaskan kemarahannya pada ayah, mengomel.
Waktu itu ayah bersembunyi di depan rumah, di dalam buku catatan ayah
tuliskan segala hal yang telah ibumu lakukan demi rumah tangga ini.
Sering kali dalam hati ayah penuh dengan amarah waktu menulis kertasnya
dan sampai sobek akibat tembus oleh pena. Tapi ayah masih saja terus
menulis satu demi satu kebaikannya, ayah renungkan bolak balik dan
akhirnya emosinya juga tidak ada lagi, yang tinggal semuanya adalah
kebaikan dari ibumu."
Dengan terpesona saya mendengarkannya. Lalu saya bertanya pada ayah, "Ayah, apakah ibuku pernah melihat catatan-catatan ini?"
Ayah
hanya tertawa dan berk ata, "Ibumu juga memiliki buku catatan. Dalam
buku catatannya itu semua isinya adalah tentang kebaikan diriku. Kadang
kala di malam hari,menjelang tidur, kami saling bertukar buku catatan,
dan saling menertawakan pihak lain. ha. ha. ha."
Memandang
wajah ayah yang dipenuhi senyuman dan setumpuk buku catatan yang berada
di atas meja, tiba - tiba saya sadar akan rahasia dari suatu pernikahan
:
"Cinta itu sebenarnya sangat sederhana, ingat dan catat kebaikan dari pasangan. Lupakan segala kesalahan dari pihak lain."
(anonim)
belajar dari seorang Bill Gates
Bill Gates adalah orang terkaya di dunia selama 14 tahun berturut-turut.
Kekayaannya pada tahun 2009 mencapai US $ 58 milyar atau lebih besar dari cadangan devisa negara Indonesia.
Apakah ia tidak pernah gagal?Banyak orang bicara tentang keberhasilannya, padahal ia juga mengalami banyak kegagalan di antaranya :
Pada tahun 1998 - 2001 Gates meluncurkan Auto PC untuk merevolusi hiburan dalam mobil. Namun mobil-mobil sudah dilengkapi dengan berbagai macam CD-player, GPS, dsb, produknya tidak diminati.
Pada 1995 - 1996 Gates meluncurkan Program Bob namun sayangnya program tersebut membutuhkan kinerja lebih banyak dari yang dimiliki kebanyakan komputer yang ada saat itu dan pasar tidak menerima.
Pada tahun 1991, Gates merancang program Cairo, dan setelah menghabiskan uang dan waktu, akhirnya Cairo dibatalkan.
Gates membuat sebuah toko musik online MSN Music pada 2004, gagal lalu dibuat lagi URGE pada 2006 juga gagal.
Program Origami / UMPC yang dirilis pada 2006 juga gagal di pasaran.Program Windows Vista (2007) dan Windows ME (2000) juga gagal di pasaran.
Pengembangan OS/2 dari 1987 - 2006 akhirnya batal.(Dikutup dari buku : Jangan Takut Gagal!)
Hikmah :
Bill Gates menunjukkan, orang yang berkali-kali gagal saja bisa menjadi orang terkaya di dunia.
Gagal dan sukses kadang berjalan secara pararel.
Kita bisa mengalami kegagalan dan keberhasilan dalam waktu yang sama.
Yang membuat Bill Gates menjadi terkaya di dunia bukan karena tidak pernah gagal, ia juga banyak mengalami kegagalan, tetapi ia punya keberhasilan juga yang lebih banyak di proyek lain.
Jika kita menumpukan penghasilan pada satu bidang, ketika gagal maka kita habis.
Pegawai yang mengandalkan penghasilan hanya dari pekerjaannya saja ketika dipecat langsung bingung.Pengusaha yang cuma mengandalkan satu usaha saja juga frustasi begitu gagal.
Jangan takut gagal, karena itu proses.
Baca kisah menarik lainnya di buku Jangan Takut Gagal : By Isa
Kekayaannya pada tahun 2009 mencapai US $ 58 milyar atau lebih besar dari cadangan devisa negara Indonesia.
Apakah ia tidak pernah gagal?Banyak orang bicara tentang keberhasilannya, padahal ia juga mengalami banyak kegagalan di antaranya :
Pada tahun 1998 - 2001 Gates meluncurkan Auto PC untuk merevolusi hiburan dalam mobil. Namun mobil-mobil sudah dilengkapi dengan berbagai macam CD-player, GPS, dsb, produknya tidak diminati.
Pada 1995 - 1996 Gates meluncurkan Program Bob namun sayangnya program tersebut membutuhkan kinerja lebih banyak dari yang dimiliki kebanyakan komputer yang ada saat itu dan pasar tidak menerima.
Pada tahun 1991, Gates merancang program Cairo, dan setelah menghabiskan uang dan waktu, akhirnya Cairo dibatalkan.
Gates membuat sebuah toko musik online MSN Music pada 2004, gagal lalu dibuat lagi URGE pada 2006 juga gagal.
Program Origami / UMPC yang dirilis pada 2006 juga gagal di pasaran.Program Windows Vista (2007) dan Windows ME (2000) juga gagal di pasaran.
Pengembangan OS/2 dari 1987 - 2006 akhirnya batal.(Dikutup dari buku : Jangan Takut Gagal!)
Hikmah :
Bill Gates menunjukkan, orang yang berkali-kali gagal saja bisa menjadi orang terkaya di dunia.
Gagal dan sukses kadang berjalan secara pararel.
Kita bisa mengalami kegagalan dan keberhasilan dalam waktu yang sama.
Yang membuat Bill Gates menjadi terkaya di dunia bukan karena tidak pernah gagal, ia juga banyak mengalami kegagalan, tetapi ia punya keberhasilan juga yang lebih banyak di proyek lain.
Jika kita menumpukan penghasilan pada satu bidang, ketika gagal maka kita habis.
Pegawai yang mengandalkan penghasilan hanya dari pekerjaannya saja ketika dipecat langsung bingung.Pengusaha yang cuma mengandalkan satu usaha saja juga frustasi begitu gagal.
Jangan takut gagal, karena itu proses.
Baca kisah menarik lainnya di buku Jangan Takut Gagal : By Isa
Belajar kehidupan dari gema di tebing bebatuan
Belajar kehidupan dari gema di tebing bebatuan
oleh Isa Alamsyah
Seorang ayah mengajak ayahnya naik ke pegunungan batu yang berat sekali medannya.
Setelah sampai di satu dataran tinggi, sang anak begitu takjub melihat pemandangan megah mengelilingi mereka.Sebuah tebing bebatuan yang tersusun tegak mengelilingi mereka."Pemandangan ini indah sekali ayah," kata sang anak.
"Benar, yang kita lihat begitu indah, tapi yang akan kita dengar akan begitu berharga," sang ayah menyahut.
"Maksud ayah?" tanya anak tak mengerti
"Silahkan teriak apa saja, nanti kamu mengerti maksud ayah," jawab ayahnya.
Akhirnya sang anak berteriak,"Woooooi"lalu terdengar jawaban "Woooi"
"Kamu siapaaa? lalu di jawab "Kamu siapaaa?"
Sang anak mulai ketagihan."Aku orang hebat" lalu ada sahutan lagu "Aku orang hebat"
"Aku jagoan" disahuti lagi "Aku jagoan"
Lalu ayahnya berkata"Coba teriakkan; Aku orang payah"
Sang anak menurut saja, ia berteriak"Aku orang payah" lalu teriakannya dijawab "Aku orang payah!"
Sang ayah berkata,"Anakku, tahukan itu suara apa?""Itu suara gema ayah, " jawabnya yakin.
Kali ini ayahnya mulai bicara serius, ia minta anaknya duduk dan memperhatikan setiap ucapannya.
"Dengarkan baik-baik, orang lain mungkin menyebutnya gema, tapi sebenarnya itu adalah pelajaran kehidupan paling berharga.
Apa yang kamu pikirkan akan memantul pada dirimu. Jika kamu mengatakan kamu adalah juara, maka suara itu akan masuk ke dalam dirimu, jika kamu mengatakan kamu pecundang, maka itu akan menjadi memantul dan merasuki dirimu. Jika kau katakan kamu orang biasa saja, maka kamu akan menjadi orang biasa. Jika kamu mengatakan kamu luar biasa, maka kamu jadi luar biasa. Jika kamu bilang kamu bisa! maka kamu bisa!.Dirimu hanyalah refleksi dari apa yang kamu yakini."Sang anak sadar, walaupun begitu jauh dan melelahkannya perjalanan ini, semuanya layak untuk sebuah pembelajaran yang sangat berharga.Bagaimana dengan Anda?Apa suara yang selalu Anda teriakkan untuk diri sendiri
oleh Isa Alamsyah
Seorang ayah mengajak ayahnya naik ke pegunungan batu yang berat sekali medannya.
Setelah sampai di satu dataran tinggi, sang anak begitu takjub melihat pemandangan megah mengelilingi mereka.Sebuah tebing bebatuan yang tersusun tegak mengelilingi mereka."Pemandangan ini indah sekali ayah," kata sang anak.
"Benar, yang kita lihat begitu indah, tapi yang akan kita dengar akan begitu berharga," sang ayah menyahut.
"Maksud ayah?" tanya anak tak mengerti
"Silahkan teriak apa saja, nanti kamu mengerti maksud ayah," jawab ayahnya.
Akhirnya sang anak berteriak,"Woooooi"lalu terdengar jawaban "Woooi"
"Kamu siapaaa? lalu di jawab "Kamu siapaaa?"
Sang anak mulai ketagihan."Aku orang hebat" lalu ada sahutan lagu "Aku orang hebat"
"Aku jagoan" disahuti lagi "Aku jagoan"
Lalu ayahnya berkata"Coba teriakkan; Aku orang payah"
Sang anak menurut saja, ia berteriak"Aku orang payah" lalu teriakannya dijawab "Aku orang payah!"
Sang ayah berkata,"Anakku, tahukan itu suara apa?""Itu suara gema ayah, " jawabnya yakin.
Kali ini ayahnya mulai bicara serius, ia minta anaknya duduk dan memperhatikan setiap ucapannya.
"Dengarkan baik-baik, orang lain mungkin menyebutnya gema, tapi sebenarnya itu adalah pelajaran kehidupan paling berharga.
Apa yang kamu pikirkan akan memantul pada dirimu. Jika kamu mengatakan kamu adalah juara, maka suara itu akan masuk ke dalam dirimu, jika kamu mengatakan kamu pecundang, maka itu akan menjadi memantul dan merasuki dirimu. Jika kau katakan kamu orang biasa saja, maka kamu akan menjadi orang biasa. Jika kamu mengatakan kamu luar biasa, maka kamu jadi luar biasa. Jika kamu bilang kamu bisa! maka kamu bisa!.Dirimu hanyalah refleksi dari apa yang kamu yakini."Sang anak sadar, walaupun begitu jauh dan melelahkannya perjalanan ini, semuanya layak untuk sebuah pembelajaran yang sangat berharga.Bagaimana dengan Anda?Apa suara yang selalu Anda teriakkan untuk diri sendiri
KALAU PENDERITAAN BERTUBI-TUBI PILIH MERATAPI NASIB ATAU BANGKIT
KALAU PENDERITAAN BERTUBI-TUBI PILIH MERATAPI NASIB ATAU BANGKIT?
By. Agung Pribadi
Bagaimana kalau dalam hidup kita sering mengalami cobaan dan kesusahan bertubi-tubi seolah-olah langit akan runtuh?Saya pernah mengalaminya.
Pada usia 16 tahun saya mengalami kelumpuhan lalu di usia 17 Tahun ayah saya meninggal dan di usia 18 Tahun ibu saya meninggal. Walaupun awalnya terpuruk saya segera bangkit. Terus sekolah sampai saya lulus kuliah.Lagipula apa yang saya alami belum seberapa lihatlah apa yang terjadi pada Abraham Lincoln salah satu Presiden terbesar AMerika Serikat.
Abraham Lincoln, tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tapi ia pantang menyerah. Ia tetap memiliki keteguhan hati dan ketabahan.
Tahun 1832 ia mengikuti pemilihan tingkat lokal tapi ia menderita kekalahan dalam pemilihan itu.
Setelah bisnisnya sempat bangkrut ia memulai lagi bisnisnya tapi pada tahun 1833 ia kembali bangkrut.
Seperti penderitaannya belum cukup tahun 1835 istrinya meninggal dunia.
Sebenarnya Abraham Lincoln bisa saja memilih untuk meratapi nasib dan mengasihani diri sendiri sambil memaki-maki dan memprotes Tuhan atau kapok berbisnis. Tapi ia memilih untuk memulai kembali bisnisnya, walaupun kemudian bangkrut lagi.
Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato.Walaupun pernah gagal dalam pemilihan tingkat lokal, Abraham Lincoln tidak kapok ia tetap percaya diri ikut pemilihan.
Kali ini pemilihan anggota Senat AS tahun 1840, ternyata ia gagal dalam pemilihan itu.Tiada kata jera dalam perjuangan.
Pada tahun 1842 ia mengikuti pemilihan untuk duduk dalam Kongres AS tapi ia menderita kekalahan lagi. Tidak kapok, ia ikut lagi dalam pemilihan anggota Kongres AS tahun 1848 dan ia kalah lagi.
Minatnya menjadi Senator belum hilang, pada tahun 1855, ia ikut lagi dalam pemilihan anggota Senat dan lagi-lagi gagal.Setelah gagal jadi Senator Abraham Lincoln mencoba peruntungan lain.
Tahun 1856 ia mencoba untuk menjadi wakil presiden dan kalah lagi.Gagal jadi Wakil Presiden ia coba kembali ke minat sebelumnya yaitu menjadi senator.
Tahun 1858 ia kalah lagi dalam pemilihan anggota senat.Setelah berkali-kali gagal pada tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat.
Bahkan salah satu Presiden terbesar Amerika karena ialah yang menghapuskan perbudakan.
Sebenarnya Abraham Lincoln bisa saja memilih untuk meratapi nasib dan mengasihani diri sendiri sambil memaki-maki dan memprotes Tuhan, kapok berbisnis dan kapok ikut pemilihan.
Tetapi tidak! Ia memilih bangkit dari kesedihan, penderitaan, dan kegagalan untuk menjadi orang besar yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah.
Memang bukan orang biasa tapi orang besarlah yang bisa bangkit dari berbagai kesedihan, penderitaan dan kegagalan.
Sekarang terserah kepada kita mau memilih menjadi orang biasa atau memilih menjadi orang besar?
By. Agung Pribadi
Bagaimana kalau dalam hidup kita sering mengalami cobaan dan kesusahan bertubi-tubi seolah-olah langit akan runtuh?Saya pernah mengalaminya.
Pada usia 16 tahun saya mengalami kelumpuhan lalu di usia 17 Tahun ayah saya meninggal dan di usia 18 Tahun ibu saya meninggal. Walaupun awalnya terpuruk saya segera bangkit. Terus sekolah sampai saya lulus kuliah.Lagipula apa yang saya alami belum seberapa lihatlah apa yang terjadi pada Abraham Lincoln salah satu Presiden terbesar AMerika Serikat.
Abraham Lincoln, tahun 1831 dia mengalami kebangkrutan dalam usahanya. Tapi ia pantang menyerah. Ia tetap memiliki keteguhan hati dan ketabahan.
Tahun 1832 ia mengikuti pemilihan tingkat lokal tapi ia menderita kekalahan dalam pemilihan itu.
Setelah bisnisnya sempat bangkrut ia memulai lagi bisnisnya tapi pada tahun 1833 ia kembali bangkrut.
Seperti penderitaannya belum cukup tahun 1835 istrinya meninggal dunia.
Sebenarnya Abraham Lincoln bisa saja memilih untuk meratapi nasib dan mengasihani diri sendiri sambil memaki-maki dan memprotes Tuhan atau kapok berbisnis. Tapi ia memilih untuk memulai kembali bisnisnya, walaupun kemudian bangkrut lagi.
Tahun 1836 dia menderita tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa.
Tahun 1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato.Walaupun pernah gagal dalam pemilihan tingkat lokal, Abraham Lincoln tidak kapok ia tetap percaya diri ikut pemilihan.
Kali ini pemilihan anggota Senat AS tahun 1840, ternyata ia gagal dalam pemilihan itu.Tiada kata jera dalam perjuangan.
Pada tahun 1842 ia mengikuti pemilihan untuk duduk dalam Kongres AS tapi ia menderita kekalahan lagi. Tidak kapok, ia ikut lagi dalam pemilihan anggota Kongres AS tahun 1848 dan ia kalah lagi.
Minatnya menjadi Senator belum hilang, pada tahun 1855, ia ikut lagi dalam pemilihan anggota Senat dan lagi-lagi gagal.Setelah gagal jadi Senator Abraham Lincoln mencoba peruntungan lain.
Tahun 1856 ia mencoba untuk menjadi wakil presiden dan kalah lagi.Gagal jadi Wakil Presiden ia coba kembali ke minat sebelumnya yaitu menjadi senator.
Tahun 1858 ia kalah lagi dalam pemilihan anggota senat.Setelah berkali-kali gagal pada tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat.
Bahkan salah satu Presiden terbesar Amerika karena ialah yang menghapuskan perbudakan.
Sebenarnya Abraham Lincoln bisa saja memilih untuk meratapi nasib dan mengasihani diri sendiri sambil memaki-maki dan memprotes Tuhan, kapok berbisnis dan kapok ikut pemilihan.
Tetapi tidak! Ia memilih bangkit dari kesedihan, penderitaan, dan kegagalan untuk menjadi orang besar yang tercatat dengan tinta emas dalam sejarah.
Memang bukan orang biasa tapi orang besarlah yang bisa bangkit dari berbagai kesedihan, penderitaan dan kegagalan.
Sekarang terserah kepada kita mau memilih menjadi orang biasa atau memilih menjadi orang besar?
Tiga orang yang terjebak di dalam gua
« Tiga orang yang terjebak di dalam gua »
From:Isa Alamsyah
To:Members of Bisa!3
When:03 March at 13:11
Message:
Ada tiga pemuda yang terpaksa harus menginap di sebuah gua dalam suatu perjalanan. Ketika mereka beristirahat di dalam gua, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dari arah gunung lantas menutup rongga gua tersebut.
Lalu mereka berusaha untuk melepaskan diri dari gua tersebut, tapi batu tak bergeser sedikitpun.Setelah segala upaya tidak membuahkan hasil, akhirnya mereka berdoa kepada Allah.
Mereka berharap keikhlasan mereka beramal baik akan bisa membebaskan mereka.
Salah seorang diantara mereka berkata:’Ya Allah! aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah tua dan aku tidak berani memberikan jatah minum (susu) mereka kepada anak istriku.Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, aku tidak membangunkan mereka karena takut mengganggu. Akhirnya, aku tetap menunggu keduanya bangun -sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada ditanganku- hingga fajar menyingsing. Barulah Keduanyapun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka. ‘Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang namun mereka tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)’ .
Orang kedua berkata: ‘ya Allah! aku dulu mempunyai sepupu perempuan (anak perempuan paman). Dia termasuk orang yang amat aku sukai, pernah aku menggodanya untuk berhubungan denganku tetapi dia menolak ajakanku hingga pada suatu tahun, dia mengalami masa paceklik, lalu mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia membiarkan apa yang terjadi antaraku dan dirinya; diapun setuju hingga ketika aku sudah menaklukkannya. Tapi kemudian aku merasa tidak tega untuk melakukannya. Akhirnya, aku berpaling darinya padahal dia adalah orang yang paling aku sukai. Aku juga, telah membiarkan (tidak mempermasalahkan lagi) emas yang telah kuberikan kepadanya. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut merenggang lagi namun mereka tetap tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)’ .
Kemudian orang ketigapun berkata:‘Ya Allah! aku telah mengupah beberapa orang upahan, lalu aku berikan upah mereka, kecuali seorang lagi yang tidak mengambil haknya dan pergi (begitu saja). Kemudian upahnya tersebut, aku investasikan sehingga menghasilkan harta yang banyak. Selang beberapa waktu, diapun datang sembari berkata: “wahai ‘Abdullah! Berikan upahku!. Aku menjawab: ’onta, sapi, kambing dan budak; semua yang engkau lihat itu adalah upahmu’. Dia berkata : ’wahai ‘Abdullah! jangan mengejekku!’. Aku menjawab: “sungguh, aku tidak mengejekmu’. Lalu dia mengambil semuanya dan memboyongnya sehingga tidak menyisakan sesuatupun. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Batu besar tersebut merenggang lagi sehingga merekapun dapat keluar untuk melanjutkan perjalanan’.
Disarikan dari Hadist (Muttafaqun ‘alaih)Pertanyaannya adalah :Seandainya kita terjebak di dalam gua, sudahkah kita mempunyai amal ikhlas yang bisa menggerakkan batu?Renungkan!
From:Isa Alamsyah
To:Members of Bisa!3
When:03 March at 13:11
Message:
Ada tiga pemuda yang terpaksa harus menginap di sebuah gua dalam suatu perjalanan. Ketika mereka beristirahat di dalam gua, tiba-tiba sebuah batu besar runtuh dari arah gunung lantas menutup rongga gua tersebut.
Lalu mereka berusaha untuk melepaskan diri dari gua tersebut, tapi batu tak bergeser sedikitpun.Setelah segala upaya tidak membuahkan hasil, akhirnya mereka berdoa kepada Allah.
Mereka berharap keikhlasan mereka beramal baik akan bisa membebaskan mereka.
Salah seorang diantara mereka berkata:’Ya Allah! aku dulu mempunyai kedua orang tua yang sudah tua dan aku tidak berani memberikan jatah minum (susu) mereka kepada anak istriku.Pada suatu hari, aku mencari sesuatu di tempat yang jauh dan sepulang dari itu aku mendapatkan keduanya telah tertidur, aku tidak membangunkan mereka karena takut mengganggu. Akhirnya, aku tetap menunggu keduanya bangun -sementara wadahnya (tempat minuman) masih berada ditanganku- hingga fajar menyingsing. Barulah Keduanyapun bangun, lalu meminum jatah untuk mereka. ‘Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut sedikit merenggang namun mereka tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)’ .
Orang kedua berkata: ‘ya Allah! aku dulu mempunyai sepupu perempuan (anak perempuan paman). Dia termasuk orang yang amat aku sukai, pernah aku menggodanya untuk berhubungan denganku tetapi dia menolak ajakanku hingga pada suatu tahun, dia mengalami masa paceklik, lalu mendatangiku dan aku memberinya 120 dinar dengan syarat dia membiarkan apa yang terjadi antaraku dan dirinya; diapun setuju hingga ketika aku sudah menaklukkannya. Tapi kemudian aku merasa tidak tega untuk melakukannya. Akhirnya, aku berpaling darinya padahal dia adalah orang yang paling aku sukai. Aku juga, telah membiarkan (tidak mempermasalahkan lagi) emas yang telah kuberikan kepadanya. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Lalu batu tersebut merenggang lagi namun mereka tetap tidak dapat keluar (karena masih sempit-red)’ .
Kemudian orang ketigapun berkata:‘Ya Allah! aku telah mengupah beberapa orang upahan, lalu aku berikan upah mereka, kecuali seorang lagi yang tidak mengambil haknya dan pergi (begitu saja). Kemudian upahnya tersebut, aku investasikan sehingga menghasilkan harta yang banyak. Selang beberapa waktu, diapun datang sembari berkata: “wahai ‘Abdullah! Berikan upahku!. Aku menjawab: ’onta, sapi, kambing dan budak; semua yang engkau lihat itu adalah upahmu’. Dia berkata : ’wahai ‘Abdullah! jangan mengejekku!’. Aku menjawab: “sungguh, aku tidak mengejekmu’. Lalu dia mengambil semuanya dan memboyongnya sehingga tidak menyisakan sesuatupun. Ya Allah! jika apa yang telah kulakukan tersebut semata-mata mengharap wajahMu, maka renggangkanlah rongga gua ini dari batu besar yang menutup tempat kami berada. Batu besar tersebut merenggang lagi sehingga merekapun dapat keluar untuk melanjutkan perjalanan’.
Disarikan dari Hadist (Muttafaqun ‘alaih)Pertanyaannya adalah :Seandainya kita terjebak di dalam gua, sudahkah kita mempunyai amal ikhlas yang bisa menggerakkan batu?Renungkan!
Humor dan Hikmah : Mencari dompet hilang
« Humor dan Hikmah : Mencari dompet hilang »
From:Isa Alamsyah
To:Members of Bisa!3
When:26 February at 09:45
Message:Mencari dompet hilang oleh Isa Alamsyah
Menjelang tengah malam, seorang kakek mondar mandir, beputar-putar sambil menunduk di dapur. Matanya tidak lepas dari memandang ke lantai, hampir setiap sudut dipandanginya.Nampaknya sang kakek sedang mencari sesuatu.
Cucu yang sejak tadi memperhatikan, penasaran dan bertanya,
cucu : "Cari apa, Kek?"
kakek : "Cari dompet, dompet Kakek jatuh"
cucu : "Ooh, jatuhnya di dapur?"
kakek : "Tidak, jatuhnya di taman"
cucu : "Loh kok jatuh di taman, carinya di dapur?"
kakek : "Habis kalau di taman gelap, di sini terang!""??????
"Terinspirasi dari humor anonim yang pernah saya dengar.
Apa hikmahnya :
Seringkali kita ingin menyelesaikan masalah dengan memilih cara yang mudah, sekalipun tidak menyelesaikan masalah.
Akhirnya masalah tidak pernah selesai.
Kakek tadi tahu mencari dompet di taman gelap makanya dia pilih di dapur yang terang, padahal tidak mungkin ketemu.
Wajar saja, itu kakek-kakek mungkin sudah pikun.Tapi lucunya prilaku seperti ini sering juga dilakukan kaum intelek, anak muda, dan orang terhormat.
Kadang ada siswa yang mendapat nilai rendah karena malas, tapi ia ingin mendapat nilai bagus dengan mencari bocoran soal atau nyontek.Dia cari cara mudah tapi tidak mendapat inti pendidikan yaitu menjadi pandai.
Ada mahasiswa tidak bisa menyelesaikan skripsi, tapi membayar orang untuk membuatnya. Dia mungkin lulus tapi tidak mendapat inti dari skripsi yaitu kemampuan memaparkan pikiran lewat tulisan.
Pada keluarga berada. Ada orang tua berusaha membahagiakan anaknya dengan uang, misalnya. Padahal anak butuhnya perhatian. Jadi berapapun uang di tambah tidak akan selesai.
Ada juga pemerintahan yang korupsi (konteksnya di seluruh dunia), ingin mendapatkan image baik dengan cara menutup-nutupi korupsi bukan dengan menghapuskannya.
Jadi seringkali kita memilih jalan yang mudah, bukan jalan yang benar-benar menyelesaikan masalah.Pernahkan Anda mengalaminya?
From:Isa Alamsyah
To:Members of Bisa!3
When:26 February at 09:45
Message:Mencari dompet hilang oleh Isa Alamsyah
Menjelang tengah malam, seorang kakek mondar mandir, beputar-putar sambil menunduk di dapur. Matanya tidak lepas dari memandang ke lantai, hampir setiap sudut dipandanginya.Nampaknya sang kakek sedang mencari sesuatu.
Cucu yang sejak tadi memperhatikan, penasaran dan bertanya,
cucu : "Cari apa, Kek?"
kakek : "Cari dompet, dompet Kakek jatuh"
cucu : "Ooh, jatuhnya di dapur?"
kakek : "Tidak, jatuhnya di taman"
cucu : "Loh kok jatuh di taman, carinya di dapur?"
kakek : "Habis kalau di taman gelap, di sini terang!""??????
"Terinspirasi dari humor anonim yang pernah saya dengar.
Apa hikmahnya :
Seringkali kita ingin menyelesaikan masalah dengan memilih cara yang mudah, sekalipun tidak menyelesaikan masalah.
Akhirnya masalah tidak pernah selesai.
Kakek tadi tahu mencari dompet di taman gelap makanya dia pilih di dapur yang terang, padahal tidak mungkin ketemu.
Wajar saja, itu kakek-kakek mungkin sudah pikun.Tapi lucunya prilaku seperti ini sering juga dilakukan kaum intelek, anak muda, dan orang terhormat.
Kadang ada siswa yang mendapat nilai rendah karena malas, tapi ia ingin mendapat nilai bagus dengan mencari bocoran soal atau nyontek.Dia cari cara mudah tapi tidak mendapat inti pendidikan yaitu menjadi pandai.
Ada mahasiswa tidak bisa menyelesaikan skripsi, tapi membayar orang untuk membuatnya. Dia mungkin lulus tapi tidak mendapat inti dari skripsi yaitu kemampuan memaparkan pikiran lewat tulisan.
Pada keluarga berada. Ada orang tua berusaha membahagiakan anaknya dengan uang, misalnya. Padahal anak butuhnya perhatian. Jadi berapapun uang di tambah tidak akan selesai.
Ada juga pemerintahan yang korupsi (konteksnya di seluruh dunia), ingin mendapatkan image baik dengan cara menutup-nutupi korupsi bukan dengan menghapuskannya.
Jadi seringkali kita memilih jalan yang mudah, bukan jalan yang benar-benar menyelesaikan masalah.Pernahkan Anda mengalaminya?
« DEMI KESUKSESAN, MAUKAH ANDA MELUANGKAN WAKTU MINIMAL 1 JAM UNTUK MEMBACA?
« DEMI KESUKSESAN, MAUKAH ANDA MELUANGKAN WAKTU MINIMAL 1 JAM UNTUK MEMBACA? »
From:Agung Pribadi
To:Members of Bisa!3
When:28 February at 08:04
Message:DEMI KESUKSESAN, MAUKAH ANDA MELUANGKAN WAKTU MINIMAL 1 JAM UNTUK MEMBACA?
Oleh: Agung Pribadi
Pada tahun 1830 di Amerika Serikat ada seorang budak kulit hitam bernama Frederick Douglass. Saat itu ia berumur 12 tahun. Ia sudah pernah diperkenalkan huruf oleh istri tuannya yang bernama Sophia.
Ia sadar, walaupun ia seorang budak, ia bisa sukses. Caranya adalah dengan mempunyai akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Alatnya adalah membaca. Iapun bertekad dan bersikeras untuk bisa membaca.Sebagai seorang budak ia diwajibkan bekerja dan terus bekerja tanpa henti. Waktu bebasnya hanya malam hari dan jam makan siang selama 1 jam kira-kira jam 12 sampai jam 1 siang.Dengan tekad kuat ia mencuri-curi waktu yaitu jam makan siangnya untuk belajar membaca kepada anak kulit putih tetangganya sehingga ia tidak bisa makan siang. Tapi ia rela demi menguasai ilmu alat menuju kesuksesan yaitu membaca. Begitu terus sampai akhirnya ia bisa membaca dan menggunakan waktu 1 jam nya untuk membaca sambil memperlancar bacaannya.Iapun membaca Koran bagian politiknya dan membaca berbagai jenis buku dari politik, konstitusi, sastra, sains, dan lain-lain.
Sampai akhirnya ia mempunyai kesadaran akan hak-hak asasinya sebagai manusia.Iapun kabur dari tuannya dan mulai menjadi pejuang hak-hak asasi bagi orang kulit hitam. Iapun sukses menjadi orator, editor, sastrawan, dan bahkan negarawan.
Kesuksesan yang dimulai dengan mengorbankan waktu makan siang dan makan siangnya.Jadi kalau anda adalah orang merdeka, tidak harus mengorbankan 1 jam waktu makan siang dan makan siangnya sekaligus anda lebih mungkin untuk sukses ketimbang Frederick Douglass.
Kalau yang anda korbankan adalah 1 jam waktu menonton gossip, 1 jam waktu jalan-jalan yang nggak jelas tujuannya, 1 jam bergosip, satu jam tidur siang untuk membaca buku anda lebih bisa sukses ketimbang Frederick Douglass.
Seandainya para supir di perkantoran sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman menggunakan waktu berjam-jam ketika menunggu bossnya bukan untuk tidur, main judi, ngobrol ngalor ngidul, atau main perempuan melainkan untuk membaca buku, prospek orang, membangun relasi bisnis, atau promosi niscaya mereka akan menjadi orang sukses dan tidak selamanya menjadi supir.
Demi Kesuksesan maukah anda meluangkan waktu minimal 1 jam untuk membaca?
From:Agung Pribadi
To:Members of Bisa!3
When:28 February at 08:04
Message:DEMI KESUKSESAN, MAUKAH ANDA MELUANGKAN WAKTU MINIMAL 1 JAM UNTUK MEMBACA?
Oleh: Agung Pribadi
Pada tahun 1830 di Amerika Serikat ada seorang budak kulit hitam bernama Frederick Douglass. Saat itu ia berumur 12 tahun. Ia sudah pernah diperkenalkan huruf oleh istri tuannya yang bernama Sophia.
Ia sadar, walaupun ia seorang budak, ia bisa sukses. Caranya adalah dengan mempunyai akses terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Alatnya adalah membaca. Iapun bertekad dan bersikeras untuk bisa membaca.Sebagai seorang budak ia diwajibkan bekerja dan terus bekerja tanpa henti. Waktu bebasnya hanya malam hari dan jam makan siang selama 1 jam kira-kira jam 12 sampai jam 1 siang.Dengan tekad kuat ia mencuri-curi waktu yaitu jam makan siangnya untuk belajar membaca kepada anak kulit putih tetangganya sehingga ia tidak bisa makan siang. Tapi ia rela demi menguasai ilmu alat menuju kesuksesan yaitu membaca. Begitu terus sampai akhirnya ia bisa membaca dan menggunakan waktu 1 jam nya untuk membaca sambil memperlancar bacaannya.Iapun membaca Koran bagian politiknya dan membaca berbagai jenis buku dari politik, konstitusi, sastra, sains, dan lain-lain.
Sampai akhirnya ia mempunyai kesadaran akan hak-hak asasinya sebagai manusia.Iapun kabur dari tuannya dan mulai menjadi pejuang hak-hak asasi bagi orang kulit hitam. Iapun sukses menjadi orator, editor, sastrawan, dan bahkan negarawan.
Kesuksesan yang dimulai dengan mengorbankan waktu makan siang dan makan siangnya.Jadi kalau anda adalah orang merdeka, tidak harus mengorbankan 1 jam waktu makan siang dan makan siangnya sekaligus anda lebih mungkin untuk sukses ketimbang Frederick Douglass.
Kalau yang anda korbankan adalah 1 jam waktu menonton gossip, 1 jam waktu jalan-jalan yang nggak jelas tujuannya, 1 jam bergosip, satu jam tidur siang untuk membaca buku anda lebih bisa sukses ketimbang Frederick Douglass.
Seandainya para supir di perkantoran sepanjang Jalan Thamrin-Sudirman menggunakan waktu berjam-jam ketika menunggu bossnya bukan untuk tidur, main judi, ngobrol ngalor ngidul, atau main perempuan melainkan untuk membaca buku, prospek orang, membangun relasi bisnis, atau promosi niscaya mereka akan menjadi orang sukses dan tidak selamanya menjadi supir.
Demi Kesuksesan maukah anda meluangkan waktu minimal 1 jam untuk membaca?
« Tips Life Skill : The Art of Giving
« Tips Life Skill : The Art of Giving
»From:Isa AlamsyahTo:Members of Bisa!3
When:24 February at 11:49
Message:Tips Life Skill : The Art of Giving oleh Isa Alamsyah
Beramal juga ada ilmunya ada seninya.
Beramal baik sering kali diperumpamakan oleh Allah sebagai perdagangan.
Perdagangan berarti ada untung, ada rugi ada juga impas.Beramal sama seperti modal, modal banyak belum tentu untung banyak, kadang modal banyak malah rugi banyak.
Beramal banyak belum tentu pahalanya lebih banyak dari yang beramal kecil.
Di bawah ini adalah tips agar amal Anda efisien, berganda dan lebih bermanfaat di dunia dan akhirat.
==> Tip 1 : Lebih baik memberi sedikit bantuan pada orang banyak, daripada memberi banyak bantuan pada sedikit orang.
Kenapa?Amal akan dinilai kalau kita iklash dan tidak berharap balas budi kecuali balasan dari Allah.Dalam Islam kalau ada yang memberi pertolongan kita katakan "Jazakumullah" semoga Allah yang membalas, jadi memang konsepnya ketika kita menolong kita harus iklas tidak mengharap hutang budi. Kalau berharap hutang budi tidak iklas, maka tidak ada nilainya di akhirat, mungkin di dunia ada.Misalnya kita punya uang 1 juta, dan mau beramal Kita beri ke teman yang kesulitan. Suatu saat kita kesulitan kita minta bantuan dia, dia gak bantu mungkin kita akan bilang, dulu kan gue bantu elo! Itu tidak iklas, berarti kita mengingat ingat, ngebangkit. Berarti nilai amalnya hilang.Coba uang satu jutanya kita pecah jadi Rp 50.000 misalnya kita kasih ke satpam dekat rumah, tukang rumput, marbot mesjid, dll. MAka kita akan lupa ngasih siapa aja. Kalau mau hitung-hitungan juga malu, uangnya tidak seberapa. Sekalipun suatu saat kita terjebak hitung-hitungan dengan salah satunya, masih ada belasan amal lain yang bernilai. Hasilnya kita lebih iklas.
==> Tip 2 : Beramal dengan memilih lembaga atau orang yang memberi manfaat kepada lebih banyak orang.
Jika Anda ingin menyumbang 1 juta,Jika kita memberi donasi 1 juta ke yayasan panti asuhan, lembaga pendidikan, atau yayasan seni merawat pohon bonsai misalnya.Kira kira di sisi Allah lebih mulia mana?Mungkin secara nominal sama mulianya, karena sama-sama 1 juta pengorbanannya.Tapi coba pakai kalkulasi bisnis.Kemana satu juta tersebut lebih banyak memberi kebahagiaan?Nah yang lebih banyak manfaat dan membahagiakan, akan punya nilai lebih.
==> Tip 3 : Memilih amal yang meningkatkan produktifitas.
Anda mau bermal Rp 100.000Anda bisa memberi uang 100.000 ke pengemis untuk makan.Anda bisa memberi 100.000 ke adik yang mau pakai hura-huraatau ke pelajar yang rajin untuk beli buku dan peralatan sekolahatau ke pengusaha miskin yang bisa memutar uang 100.000 tersebut menjadi 120.000 dalam satu hari, lalu 20000 keuntungannya di makan, dan Rp 100,000 sisanya untuk miodal lagi dst.Pilihan ke siapa akan diberikan, akan berpengaruh terhadap nilai amal Anda.
==> Tip 4 : Memberi ketika dibutuhkan (Timing)
Parcaya atau tidak, memberi uang Rp 100.000 kepada orang yang lagi bengong dengan meminjamkan uang Rp 100.000 kepada orang yang butuh jelas lebih mulia yang kedua (sekalipun bentuknya pinjaman).Kenapa? Karena kedua nilai pertolongannya lebih tinggi, nilai kepuasannya juga tinggi bagi yang menerimaJadi timing memberi juga memberikan nilai tambah.
==> Tip 5 : Memberi sesuai kebutuhan
Kita punya uang 1 juta untuk disumbangkan ke 20 anak yatim.Lalu dengan serta merta kita beli baju, buku, dll. Kita sumbangkan.Tidak salah! tapi belum tentu efisien.Kalau saja kita beri masing2 Rp 50.000 mungkin ada yang beli buku, mungkin ada yang beli baju, mungkin ada yang menabung.Tapi yang pasti mereka menggunakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
Ini hanya sedikit coretan untuk membuat kita lebih efisien dan efektif dalam beramal. Pertimbangan amal ini sepenuhnya bisnis akhirat.Mungkin kalau pertimbangan kita matang dalam bisnis kita juga matang.
»From:Isa AlamsyahTo:Members of Bisa!3
When:24 February at 11:49
Message:Tips Life Skill : The Art of Giving oleh Isa Alamsyah
Beramal juga ada ilmunya ada seninya.
Beramal baik sering kali diperumpamakan oleh Allah sebagai perdagangan.
Perdagangan berarti ada untung, ada rugi ada juga impas.Beramal sama seperti modal, modal banyak belum tentu untung banyak, kadang modal banyak malah rugi banyak.
Beramal banyak belum tentu pahalanya lebih banyak dari yang beramal kecil.
Di bawah ini adalah tips agar amal Anda efisien, berganda dan lebih bermanfaat di dunia dan akhirat.
==> Tip 1 : Lebih baik memberi sedikit bantuan pada orang banyak, daripada memberi banyak bantuan pada sedikit orang.
Kenapa?Amal akan dinilai kalau kita iklash dan tidak berharap balas budi kecuali balasan dari Allah.Dalam Islam kalau ada yang memberi pertolongan kita katakan "Jazakumullah" semoga Allah yang membalas, jadi memang konsepnya ketika kita menolong kita harus iklas tidak mengharap hutang budi. Kalau berharap hutang budi tidak iklas, maka tidak ada nilainya di akhirat, mungkin di dunia ada.Misalnya kita punya uang 1 juta, dan mau beramal Kita beri ke teman yang kesulitan. Suatu saat kita kesulitan kita minta bantuan dia, dia gak bantu mungkin kita akan bilang, dulu kan gue bantu elo! Itu tidak iklas, berarti kita mengingat ingat, ngebangkit. Berarti nilai amalnya hilang.Coba uang satu jutanya kita pecah jadi Rp 50.000 misalnya kita kasih ke satpam dekat rumah, tukang rumput, marbot mesjid, dll. MAka kita akan lupa ngasih siapa aja. Kalau mau hitung-hitungan juga malu, uangnya tidak seberapa. Sekalipun suatu saat kita terjebak hitung-hitungan dengan salah satunya, masih ada belasan amal lain yang bernilai. Hasilnya kita lebih iklas.
==> Tip 2 : Beramal dengan memilih lembaga atau orang yang memberi manfaat kepada lebih banyak orang.
Jika Anda ingin menyumbang 1 juta,Jika kita memberi donasi 1 juta ke yayasan panti asuhan, lembaga pendidikan, atau yayasan seni merawat pohon bonsai misalnya.Kira kira di sisi Allah lebih mulia mana?Mungkin secara nominal sama mulianya, karena sama-sama 1 juta pengorbanannya.Tapi coba pakai kalkulasi bisnis.Kemana satu juta tersebut lebih banyak memberi kebahagiaan?Nah yang lebih banyak manfaat dan membahagiakan, akan punya nilai lebih.
==> Tip 3 : Memilih amal yang meningkatkan produktifitas.
Anda mau bermal Rp 100.000Anda bisa memberi uang 100.000 ke pengemis untuk makan.Anda bisa memberi 100.000 ke adik yang mau pakai hura-huraatau ke pelajar yang rajin untuk beli buku dan peralatan sekolahatau ke pengusaha miskin yang bisa memutar uang 100.000 tersebut menjadi 120.000 dalam satu hari, lalu 20000 keuntungannya di makan, dan Rp 100,000 sisanya untuk miodal lagi dst.Pilihan ke siapa akan diberikan, akan berpengaruh terhadap nilai amal Anda.
==> Tip 4 : Memberi ketika dibutuhkan (Timing)
Parcaya atau tidak, memberi uang Rp 100.000 kepada orang yang lagi bengong dengan meminjamkan uang Rp 100.000 kepada orang yang butuh jelas lebih mulia yang kedua (sekalipun bentuknya pinjaman).Kenapa? Karena kedua nilai pertolongannya lebih tinggi, nilai kepuasannya juga tinggi bagi yang menerimaJadi timing memberi juga memberikan nilai tambah.
==> Tip 5 : Memberi sesuai kebutuhan
Kita punya uang 1 juta untuk disumbangkan ke 20 anak yatim.Lalu dengan serta merta kita beli baju, buku, dll. Kita sumbangkan.Tidak salah! tapi belum tentu efisien.Kalau saja kita beri masing2 Rp 50.000 mungkin ada yang beli buku, mungkin ada yang beli baju, mungkin ada yang menabung.Tapi yang pasti mereka menggunakan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka.
Ini hanya sedikit coretan untuk membuat kita lebih efisien dan efektif dalam beramal. Pertimbangan amal ini sepenuhnya bisnis akhirat.Mungkin kalau pertimbangan kita matang dalam bisnis kita juga matang.
INGIN SUKSES TAPI TIDAK MAU BERBUAT SEPERTI ORANG YANG AKAN SUKSES
INGIN SUKSES TAPI TIDAK MAU BERBUAT SEPERTI ORANG YANG AKAN SUKSES
»From:Agung Pribadi
To:Members of Bisa!3
When:25 February at 14:28
Message:INGIN SUKSES TAPI TIDAK MAU BERBUAT SEPERTI ORANG YANG AKAN SUKSES
Oleh: Agung Pribadi
“Banyak orang yang ke rumah saya dan ingin sukses seperti saya tapi belum tentu mau melakukan apa yang saya lakukan”, demikian kata seorang pegiat network marketing yang sukses.
“Saya menyingkirkan rasa malu untuk bekerja apa saja dan menawarkan dagangan apa saja untuk sukses.
Tapi orang-orang yang ingin sukses seperti saya belum tentu mau melakukan itu”.
Pernyataan yang tepat sekali. Banyak orang yang ingin sukses seperti Piyu PADI. Tapi belum tentu mau bekerja apa saja asal halal.
Piyu pernah bekerja kasar di bengkel sambil ke sana ke mari menawarkan demo tape grup PADI sebelum akhirnya sukses.
Banyak remaja ingin sukses seperti David Beckham, Susi Susanti atau Angelique Wijaya (salah seorang petenis putri Indonesia) tapi tidak mau menghentikan kebiasaan dugem atau berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna di mall-mall seperti yang dilakukan ketiga orang itu ketika mudanya.
Bukannya saya anti jalan-jalan ke mall, ke mall boleh-boleh saja asal bermanfaat.
Banyak orang ingin sukses dan berbodi bagus seperti pesinetron Adrian Maulana tapi tak mau mengikuti pola makan Adrian yang tidak mengonsumsi karbohidrat –kecuali sangat sedikit- dan hanya mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein.
Banyak orang ingin awet muda dan langsing seperti Titik Puspa tapi tidak disiplin dalam pola makan.
Banyak orang ingin mencapai gelar S3 tapi tak mau menyempatkan membaca buku 8 jam sehari seperti yang dilakukan Dr. Daud Rasyid.
Banyak orang ingin sukses tapi tidak mau bersilaturahmi, memperbanyak relasi, dan membangun network.
Nah mulai saat ini maukan kita melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang sukses? Atau hanya ingin kesuksesannya tapi tidak mau mencontoh apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses itu?
»From:Agung Pribadi
To:Members of Bisa!3
When:25 February at 14:28
Message:INGIN SUKSES TAPI TIDAK MAU BERBUAT SEPERTI ORANG YANG AKAN SUKSES
Oleh: Agung Pribadi
“Banyak orang yang ke rumah saya dan ingin sukses seperti saya tapi belum tentu mau melakukan apa yang saya lakukan”, demikian kata seorang pegiat network marketing yang sukses.
“Saya menyingkirkan rasa malu untuk bekerja apa saja dan menawarkan dagangan apa saja untuk sukses.
Tapi orang-orang yang ingin sukses seperti saya belum tentu mau melakukan itu”.
Pernyataan yang tepat sekali. Banyak orang yang ingin sukses seperti Piyu PADI. Tapi belum tentu mau bekerja apa saja asal halal.
Piyu pernah bekerja kasar di bengkel sambil ke sana ke mari menawarkan demo tape grup PADI sebelum akhirnya sukses.
Banyak remaja ingin sukses seperti David Beckham, Susi Susanti atau Angelique Wijaya (salah seorang petenis putri Indonesia) tapi tidak mau menghentikan kebiasaan dugem atau berhenti melakukan hal-hal yang tidak berguna di mall-mall seperti yang dilakukan ketiga orang itu ketika mudanya.
Bukannya saya anti jalan-jalan ke mall, ke mall boleh-boleh saja asal bermanfaat.
Banyak orang ingin sukses dan berbodi bagus seperti pesinetron Adrian Maulana tapi tak mau mengikuti pola makan Adrian yang tidak mengonsumsi karbohidrat –kecuali sangat sedikit- dan hanya mengonsumsi sayur-sayuran, buah-buahan, dan protein.
Banyak orang ingin awet muda dan langsing seperti Titik Puspa tapi tidak disiplin dalam pola makan.
Banyak orang ingin mencapai gelar S3 tapi tak mau menyempatkan membaca buku 8 jam sehari seperti yang dilakukan Dr. Daud Rasyid.
Banyak orang ingin sukses tapi tidak mau bersilaturahmi, memperbanyak relasi, dan membangun network.
Nah mulai saat ini maukan kita melakukan hal-hal yang dilakukan oleh orang-orang sukses? Atau hanya ingin kesuksesannya tapi tidak mau mencontoh apa yang dilakukan oleh orang-orang sukses itu?
Subscribe to:
Posts (Atom)